
Serikat Masyarakat Lampung Anti Korupsi (SIMULASI) menyatakan keprihatinan mendalam atas temuan indikasi ketidakwajaran dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 2 Pringsewu dengan total anggaran Rp 1.435.500.000 yang terbagi dalam dua tahap pencairan.
Ketua SIMULASI, Agung Irwansyah, dalam konferensi pers di Kantor SIMULASI Lampung, menyampaikan beberapa poin yang menjadi sorotan serius organisasinya:
“Kami menemukan beberapa ketidakwajaran yang patut dipertanyakan dan perlu audit mendalam,” tegas Agung Irwansyah.
Beberapa poin kritis yang disorot SIMULASI antara lain:
“Kami tidak menuduh, tetapi data ini menunjukkan pola yang tidak lazim dalam pengelolaan dana publik. SIMULASI menuntut dilakukan audit transparan dan komprehensif oleh inspektorat daerah dan BPKP,” tambah Agung Irwansyah.
SIMULASI juga mendesak:
Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu untuk melakukan klarifikasi terbuka
Pihak sekolah mempublikasikan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) secara detail
Pembentukan tim audit independen
Keterlibatan Komite Sekolah dan orang tua siswa dalam pengawasan.
“Dana BOS adalah dana rakyat untuk pendidikan anak-anak kita. Setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan dengan jelas. Kami akan terus memantau dan tidak akan berhenti sampai ada kejelasan,” pungkas Agung Irwansyah.
SIMULASI memberikan waktu 7 hari kerja kepada pihak terkait untuk memberikan klarifikasi publik.
Jika tidak ada respons memadai, Simulasi akan membuat laporan resmi ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung mendesak untuk turun tangan mencopot dan mengganti Kepala Sekolah SMAN 2 Pringsewu.

Tidak ada komentar