x

SIMULASI Soroti Dugaan Ketidakwajaran Pengelolaan Dana BOS SMAN 2 Pringsewu Tahun 2025

waktu baca 2 menit
Sabtu, 31 Jan 2026 10:47 2 Redaksi

Serikat Masyarakat Lampung Anti Korupsi (SIMULASI) menyatakan keprihatinan mendalam atas temuan indikasi ketidakwajaran dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 2 Pringsewu dengan total anggaran Rp 1.435.500.000 yang terbagi dalam dua tahap pencairan.

Ketua SIMULASI, Agung Irwansyah, dalam konferensi pers di Kantor SIMULASI Lampung, menyampaikan beberapa poin yang menjadi sorotan serius organisasinya:


“Kami menemukan beberapa ketidakwajaran yang patut dipertanyakan dan perlu audit mendalam,” tegas Agung Irwansyah.

Beberapa poin kritis yang disorot SIMULASI antara lain:

[ADS SPACE IKLAN]
  1. Fluktuasi Anggaran yang Tidak Logis
    Terdapat perbedaan signifikan alokasi anggaran antara Tahap 1 dan Tahap 2 pada pos yang sama, tanpa penjelasan yang memadai. Misalnya, pos “kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler” melonjak dari Rp 109.071.000 menjadi Rp 176.609.000, sementara pos “pemeliharaan sarana dan prasarana” justru turun drastis dari Rp 120.980.000 menjadi Rp 43.200.000.
  2. Alokasi Pengembangan Perpustakaan yang Fantastis
    Anggaran pengembangan perpustakaan sebesar Rp 120.000.000 per tahap atau total Rp 240.000.000 dinilai sangat besar dan tidak wajar untuk sekolah tingkat SMA. “Pertanyaannya, perpustakaan seperti apa yang dibangun dengan anggaran seperempat miliar rupiah? Ini perlu transparansi penggunaan yang detail,” ujar Agung.
  3. Pembayaran Honor yang Mencurigakan
    Total pembayaran honor mencapai Rp 271.400.000 atau hampir 19% dari total dana BOS. SIMULASI mempertanyakan rincian penerima honor, besaran per individu, dan dasar penetapannya mengingat dana BOS seharusnya prioritas untuk kegiatan pembelajaran siswa.
  4. Penerimaan Peserta Didik Baru yang Minim
    Alokasi untuk penerimaan peserta didik baru yang sangat kecil (sekitar Rp 3,9 juta per tahap) menimbulkan pertanyaan, mengapa pos ini perlu ada di dua tahap dengan nilai yang hampir identik.

“Kami tidak menuduh, tetapi data ini menunjukkan pola yang tidak lazim dalam pengelolaan dana publik. SIMULASI menuntut dilakukan audit transparan dan komprehensif oleh inspektorat daerah dan BPKP,” tambah Agung Irwansyah.
SIMULASI juga mendesak:

Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu untuk melakukan klarifikasi terbuka
Pihak sekolah mempublikasikan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) secara detail
Pembentukan tim audit independen
Keterlibatan Komite Sekolah dan orang tua siswa dalam pengawasan.


“Dana BOS adalah dana rakyat untuk pendidikan anak-anak kita. Setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan dengan jelas. Kami akan terus memantau dan tidak akan berhenti sampai ada kejelasan,” pungkas Agung Irwansyah.

SIMULASI memberikan waktu 7 hari kerja kepada pihak terkait untuk memberikan klarifikasi publik.

Jika tidak ada respons memadai, Simulasi akan membuat laporan resmi ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung mendesak untuk turun tangan mencopot dan mengganti Kepala Sekolah SMAN 2 Pringsewu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x