Staf Khusus Menteri Agama Paparkan Konsep Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta di UIN Raden Intan Lampung

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar pembekalan dan motivasi bagi sivitas akademika yang disampaikan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, KH Faried F. Saenong, MA, MSc, Ph.D, di Ballroom UIN, Selasa (20/8/2025).

Pengarahan ini diikuti oleh unsur pimpinan UIN, para dosen, tendik, dan perwakilan organisasi kemahasiswaan. Kehadiran Faried F. Saenong didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), KH. Mochammad Taufiqurrahman, MA dan Manager PKU Masjid Istiqlal, Andi Palowongi.

Dalam arahannya, Faried menyampaikan rasa kagum atas perkembangan UIN Raden Intan Lampung.

[ADS SPACE IKLAN]

Ia menjelaskan peran Staf Khusus Menteri Agama yang bertugas mengamplifikasi ide-ide besar dan program Menag agar tersampaikan dengan baik ke seluruh lapisan Kementerian Agama, yang diterjemahkan ke dalam Asta Protas, delapan program unggulan Kemenag.

Menurutnya, Asta Protas bukan gagasan yang tiba-tiba muncul setelah menjabat menteri, melainkan ide yang telah lama digodok dan diterapkan dalam berbagai lembaga. Salah satunya adalah ekoteologi, yang menekankan keterhubungan manusia dengan alam melalui pendekatan agama.

“Ekoteologi ini bukan sekadar istilah baru. Menag sudah lama menggodok isu ini, bahkan sebelum menjadi Imam Besar Istiqlal dan Menteri Agama. Beliau menggunakan pendekatan tadabbur alam, melihat ciptaan Allah seperti tumbuhan dan binatang, untuk membangun metode berpikir yang selaras dengan keberlanjutan,” jelasnya.

Faried menegaskan, pemikiran ekoteologi ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah menjadi bagian dari Asta Protas.

“Ekoteologi mengajarkan kesadaran agar manusia tidak serakah mengeksploitasi bumi. Minimal, kita mewariskan bumi dengan kualitas sama baiknya bagi generasi mendatang,” jelasnya.

Ia mengapresiasi UIN Raden Intan Lampung yang konsisten sebagai kampus hijau terbaik. Menurutnya, kampus ini dapat menjadi contoh nyata penerapan ekoteologi dalam pendidikan Islam.

Baca Juga :  Isi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas, Rektor UIN RIL Sampaikan Amanat Menag pada Upacara HUT ke-81 RI

Selain ekoteologi, Faried Saenong menyoroti Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai implementasi dalam pengembangan moderasi beragama.

“Al-Qur’an kalau diperas intinya Al-Fatihah, diperas lagi Basmallah, diperas lagi Ar-Rahman Ar-Rahim. Semua intinya cinta. Kurikulum cinta ini harus melahirkan pendidikan yang menumbuhkan kasih sayang, bukan kebencian pada yang berbeda,” tegasnya.

KBC sendiri merupakan pendekatan pendidikan yang digagas Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar. Tujuannya menanamkan cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, ilmu pengetahuan, dan tanah air dalam setiap anak didik. Dengan prinsip inklusif dan kasih sayang, kurikulum ini menghindari penanaman kebencian berbasis agama sekaligus menjaga kebebasan keyakinan.

“Strateginya adalah menyisipkan nilai cinta ke dalam pelajaran yang ada melalui panduan guru, menyesuaikan metode menurut jenjang pendidikan, serta melakukan evaluasi perubahan sikap siswa,” lanjutnya.

Kurikulum ini resmi dicanangkan pada 24 Juli 2025 dan diharapkan menjadi pijakan membangun generasi yang toleran, peduli, dan harmonis.

Faried juga menekankan pentingnya internasionalisasi PTKIN. Ia mendorong UIN Raden Intan Lampung membuka kelas internasional agar mahasiswa asing bisa datang belajar Islam di Lampung.

“Sudah saatnya Indonesia memberikan kontribusi terbaik, baik dalam kehidupan berbangsa maupun pendidikan Islam global. Resource di Lampung cukup, tinggal dimanfaatkan. PTKIN perlu membangun jejaring internasional dan memperkuat infrastruktur pendidikan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh ASN Kemenag untuk tetap fokus pada tupoksi masing-masing, memperluas disiplin keilmuan, dan mengimplementasikan ide-ide besar Menag, khususnya ekoteologi, moderasi beragama, dan KBC.

“Kalau ide-ide besar ini diterjemahkan dengan tepat, kita tidak hanya bermanfaat untuk bangsa ini, tapi juga bagi dunia. Mari kita wariskan bumi dan peradaban yang lebih baik untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., bernostalgia dengan perjalanan akademik tahun 2012. Saat itu, dirinya menjabat Direktur Pascasarjana IAIN Lampung dan berproses bersama Faried F. Saenong serta Wakil Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar dalam membuka dua program studi doktor (S3) baru.

“Alhamdulillah, melalui tangan beliau pada 2012 lalu, kita diamanahkan dua prodi S3 Pascasarjana. Kini pada 2025 ini, kembali melalui tangan beliau ditandatangani PMA untuk berdirinya dua fakultas baru. Ini kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika UIN Raden Intan Lampung,” ujar Rektor.

Rektor menegaskan, silaturahmi ini menjadi wasilah luar biasa bagi UIN RIL. Ia berharap kehadiran Stafsus tersebut membawa keberkahan, sebagaimana sejarah sebelumnya yang melahirkan prodi baru dan kini dua fakultas baru (Saintek dan Psikologi Islam).

Baca Juga :  Tegaskan Penguatan Pendidikan Karakter, Ketua Kwarda Lampung Lantik Kamabigus dan Pembina Gudep UIN RIL

Dalam paparannya, Prof. Wan menyampaikan bahwa kampus hijau ini mengusung tagline Bertumbuh Mendunia dengan visi besar menjadi rujukan internasional tahun 2035.

“Kita sudah sampai milestone ketiga, yakni rekognisi internasional, setelah melewati milestone nasional dan ASEAN. Masih ada milestone keempat menuju kampus rujukan internasional 2035,” jelasnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa kampus sedang menyiapkan pendirian Fakultas Kedokteran, yang sudah mengantongi rekomendasi dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian PAN-RB. Saat ini, pendirian Fakultas tersebut sedang menunggu agenda visitasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Follow WhatsApp Channel lensapost.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Jihan Dorong Sarjana UNU Lampung Jadi Motor Ekonomi Desa
Polinela Disoal, FAGAS Laporkan Temuan ke Kemdiktisaintek RI
Isi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas, Rektor UIN RIL Sampaikan Amanat Menag pada Upacara HUT ke-81 RI
UIN RIL dan Kanwil Ditjenpas Lampung Perkuat Sinergi di Bidang Pembinaan, Pendidikan, dan Pengabdian
Tegaskan Penguatan Pendidikan Karakter, Ketua Kwarda Lampung Lantik Kamabigus dan Pembina Gudep UIN RIL
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy Pada Guru-Guru
Kolaborasi Kebaikan: Kita Bersuara, Kelas Impian, Fino Badut, dan BEM UIM Hadirkan Keceriaan Lewat Literasi di Desa Tajimalela
Lima Mahasiswa Akuntansi Syariah FEBI UIN Raden Intan Lampung Jadi Pemakalah di Konferensi Internasional
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Wagub Jihan Dorong Sarjana UNU Lampung Jadi Motor Ekonomi Desa

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas, Rektor UIN RIL Sampaikan Amanat Menag pada Upacara HUT ke-81 RI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:38 WIB

UIN RIL dan Kanwil Ditjenpas Lampung Perkuat Sinergi di Bidang Pembinaan, Pendidikan, dan Pengabdian

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Tegaskan Penguatan Pendidikan Karakter, Ketua Kwarda Lampung Lantik Kamabigus dan Pembina Gudep UIN RIL

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy Pada Guru-Guru

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Wagub Jihan Dorong Sarjana UNU Lampung Jadi Motor Ekonomi Desa

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:41 WIB