UIN Raden Intan Lampung Pilih Pendekatan Humanis Terkait Pedagang Sekitar Kampus

- Jurnalis

Selasa, 4 November 2025 - 05:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LENSAPOST.CO, Bandar Lampung, 4 November 2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi kampus yang dekat dengan masyarakat dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Menyikapi pemberitaan yang menyebut keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kampus sebagai kesemrawutan, pihak universitas mengambil posisi yang bijak, humanis, dan solutif, bukan represif.

Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung, *Prof. Dr. Safari Daud, S.Ag., M.Sos.I*, menyampaikan bahwa kampus tidak akan mengambil langkah pembubaran terhadap pedagang yang beraktivitas di sekitar lingkungan UIN.

[ADS SPACE IKLAN]

Menurutnya, tindakan semacam itu tidak hanya tidak elok, tetapi juga bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan semangat keberpihakan sosial yang dijunjung tinggi oleh UIN.

“Kami memahami situasi ekonomi masyarakat hari ini. Mengusir pedagang kecil bukanlah solusi yang manusiawi, apalagi di masa ekonomi yang penuh tantangan,” ujar Prof. Safari, Senin (4/11).

“Kampus harus menjadi bagian dari solusi, bukan sumber keresahan. Karena di balik papan nama megah UIN, ada tanggung jawab moral untuk tetap memanusiakan manusia.”ujar Prof. Safari.

UIN Raden Intan Lampung terus berkomitmen menjaga ketertiban, kebersihan, dan keindahan lingkungan kampus, semua langkah itu tetap ditempuh dengan memperhatikan etika sosial dan kemaslahatan bersama.

Ia menekankan bahwa ketertiban dan kemanusiaan harus berjalan seimbang.

“Kami ingin menjaga wajah kampus tetap rapi dan tertib, namun tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan. Prinsipnya, ketertiban tidak boleh menginjak martabat,” tegasnya.

Dalam menjaga harmoni antara lingkungan akademik dan masyarakat sekitar, pihak kampus telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam penataan ruang publik di wilayah tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Pemkot agar dapat mencarikan pola penataan yang lebih baik, karena hal itu berada dalam kewenangan pemerintah kota. UIN tentu mendukung upaya penataan yang tertib dan sehat, sambil terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat,” kata Prof. Safari.

Ia menambahkan, kebersihan dan kerapian memang menjadi perhatian kampus, namun UIN juga menghargai realitas sosial yang berkembang di sekitar lingkungan akademik.

Karena itu, sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting agar solusi yang lahir tidak merugikan pihak mana pun.

“Kebersihan yang tak terjaga memang menjadi masalah, tapi kami yakin penanganannya harus kolaboratif. Kami ingin menjadi contoh sinergi antara lembaga pendidikan dan masyarakat,” tambahnya.

Prof. Safari juga menanggapi berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dengan sikap terbuka. Menurutnya, setiap kritik adalah cermin kepedulian terhadap kampus, bukan ancaman.

“Kritik kami pandang sebagai bentuk cinta. Kami terbuka terhadap masukan agar hal-hal teknis seperti kebersihan, estetika, dan kenyamanan terus kami tingkatkan,” jelasnya.

Sebagai lembaga pendidikan Islam negeri terbesar di Provinsi Lampung, UIN Raden Intan Lampung berkomitmen menjadi pusat ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai-nilai moral dan kemaslahatan sosial.

Prof. Safari menegaskan bahwa kampus tidak boleh hidup dalam menara gading, terpencil dari realitas sosial di sekitarnya.

“Kampus bukan menara gading yang hanya bicara teori dan kebijakan dari balik meja. Ia harus turun ke bumi, mendengar denyut masyarakat, dan hadir memberi manfaat nyata,” ujarnya.

Sejalan dengan visi Menteri Agama RI tentang Kampus Berdampak, yakni perguruan tinggi keagamaan yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Prof. Safari menegaskan bahwa UIN Raden Intan Lampung terus bergerak menjadi universitas yang inklusif, solutif, dan berkontribusi bagi pembangunan sosial.

“Kami berupaya mewujudkan visi Kementerian Agama agar UIN menjadi kampus yang benar-benar berdampak. Artinya, ilmu yang dikembangkan di ruang kuliah harus berpijak pada realitas sosial dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Langkah UIN Raden Intan Lampung ini sekaligus menunjukkan bahwa kemegahan institusi tidak diukur dari seberapa tegas ia menertibkan, tetapi dari seberapa bijak ia memahami realitas dan menebar manfaat bagi sesama.*“Kami ingin UIN hadir sebagai ruang ilmu yang memanusiakan manusia, menjadi rumah besar yang teduh bagi semua, baik sivitas akademika maupun masyarakat di sekelilingnya,” pungkas Prof. Safari.Hrz.

Follow WhatsApp Channel lensapost.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klaim Survei Rakata Terhadap “Kliennya” Dinilai Prematur, Kepuasan Publik 90 Persen Mirza-Jihan Perlu Ditelaah Ulang
“Baliho Anak Walikota Diduga Langgar Perwali”, Pemkot Bandar Lampung Seolah Pasang Badan
Wagub Jihan Dorong Sarjana UNU Lampung Jadi Motor Ekonomi Desa
Polinela Disoal, FAGAS Laporkan Temuan ke Kemdiktisaintek RI
Isi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas, Rektor UIN RIL Sampaikan Amanat Menag pada Upacara HUT ke-81 RI
Gubernur Mirza Pimpin Upacara HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Lampung, Kobarkan Semangat Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
Sociopreneur Club Bersama MHC Metaganik, Gerakkan Kepedulian Kesehatan Anak dari Desa
Massa Aksi ALAM BAKA Diterima Audiensi Ditjen Perkebunan, Surat Tuntutan Diproses
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:06 WIB

Klaim Survei Rakata Terhadap “Kliennya” Dinilai Prematur, Kepuasan Publik 90 Persen Mirza-Jihan Perlu Ditelaah Ulang

Senin, 7 September 2026 - 13:04 WIB

“Baliho Anak Walikota Diduga Langgar Perwali”, Pemkot Bandar Lampung Seolah Pasang Badan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Wagub Jihan Dorong Sarjana UNU Lampung Jadi Motor Ekonomi Desa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Polinela Disoal, FAGAS Laporkan Temuan ke Kemdiktisaintek RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas, Rektor UIN RIL Sampaikan Amanat Menag pada Upacara HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

LAMPUNG

Evaluasi Total Keselamatan Tol Bakter

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:02 WIB