
Jakarta — Sejumlah pelaku usaha yang terdiri dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), perusahaan manning agency, universitas, dan beberapa SMK Perhotelan sepakat mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Program tersebut berfokus pada pendidikan vokasi untuk meningkatkan keterampilan dan penguasaan bahasa (Inggris, Mandarin, dan lainnya), mengurangi pengiriman pekerja di sektor domestik, serta mengarahkan PMI ke sektor formal agar lebih terampil dan terlindungi dari eksploitasi. Pemerintah menargetkan pengiriman 500.000 pekerja terampil ke luar negeri pada tahun 2026, termasuk lulusan SMK, serta mendorong perlindungan PMI melalui kerja sama regional seperti di kawasan ASEAN-GCC untuk memastikan upah layak, kondisi kerja aman, dan mencegah sindikat ilegal.
Para pelaku usaha menggelar kegiatan silaturahmi yang menghasilkan kesepakatan penting, yakni pembentukan Komunitas Migran dan Magang Indonesia (KMMI). Kegiatan berlangsung pada pukul 10.00–14.30 WIB di Lantai 3 Gedung SMESCO Indonesia, Sudirman, Jakarta Selatan.
Acara dihadiri oleh berbagai perwakilan pengusaha, dosen, guru, dan elemen masyarakat lainnya yang memiliki perhatian terhadap penguatan ekosistem penempatan pekerja migran dan program magang, khususnya di sektor kelautan dan maritim.
Dalam suasana penuh kekeluargaan dan dialog konstruktif, para peserta membahas berbagai tantangan serta peluang dalam pengelolaan pekerja migran dan peserta magang Indonesia. Diskusi menyoroti pentingnya sinergi antarpelaku usaha untuk meningkatkan kualitas pelatihan, perlindungan, serta daya saing sumber daya manusia Indonesia di pasar internasional.
Sebagai hasil pertemuan, para peserta sepakat membentuk wadah bersama bernama Komunitas Migran dan Magang Indonesia (KMMI). Komunitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi, advokasi, pemberdayaan, dan pertukaran informasi antarlembaga, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung penempatan pekerja migran dan program magang yang profesional, beretika, dan berkelanjutan.
Pembentukan KMMI menjadi langkah strategis di awal tahun untuk mempererat hubungan antarpelaku usaha sekaligus mendorong terciptanya tata kelola migrasi dan magang yang lebih baik, transparan, dan berpihak pada kepentingan pekerja serta peserta magang Indonesia.
Dengan kontribusi devisa sebesar Rp200 triliun pada tahun 2025 dan target pemerintah mencapai Rp250 triliun pada 2026, KMMI berkomitmen penuh mendukung cita-cita Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Tidak ada komentar