x

Terungkap, Kuota Umroh Kota Bandar Lampung Diduga Jadi Ajang Bisnis

waktu baca 2 menit
Jumat, 29 Mei 2026 00:33 9 Redaksi

LENSAPOST.CO, Bandar Lampung, 28 Mei 2026 — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengalokasikan anggaran fantastis untuk program umroh gratis setiap tahunnya yang yang mencapai puluhan miliar rupiah dengan kuota mencapai ribuan untuk masyarakat Kota Bandar Lampung. Pada tahun 2024, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp37 miliar. Sepanjang 2025, alokasi dilakukan dua kali, yakni Rp23,6 miliar pada Juli dan Rp17,5 miliar pada Oktober dengan kuota lebih dari 1.200 jamaah. Pada tahun 2026, Pemkot kembali memberangkatkan 350 jamaah dengan anggaran Rp17 miliar dan berencana memberangkatkan ratusan jamaah tambahan dengan total alokasi mencapai Rp32 miliar.

Front Aksi Anti Gratifikasi (FAGAS) Provinsi Lampung menyoroti banyaknya laporan dan temuan terkait praktik jual beli kuota umroh di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bandar Lampung yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandar Lampung, yang seharusnya program ini menyasar kepada kelompok kurang mampu seperti pedagang kecil, tukang parkir, guru ngaji, marbot masjid, dan penyandang disabilitas, namun minimnya keterbukaan informasi mengenai mekanisme pendaftaran, kriteria penerima, dan latar belakang jamaah yang diberangkatkan membuka celah penyimpangan.

Koordinator Lapangan FAGAS Supriyadi menyebutkan, Kuota umroh yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok prioritas diduga diperjualbelikan kepada pihak yang memiliki kemampuan finansial demi keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu.

[ADS SPACE IKLAN]

Penjualan kuota umroh di Kota Bandar Lampung tersebut diduga dilakukan melalui perpanjangan tangan oknum pegawai Bagian Kesra. Berdasarkan data yang kami peroleh, uang dari hasil penjualan kuota umroh tersebut diduga disetorkan kepada oknum pegawai Bagian Kesra Kota Bandar Lampung.

“Kami menilai program umroh yang dikelola Bagian Kesra Bandar Lamung dari tahun ke tahun banyak menuai permasalahan dikarenakan tanpa mekanisme pendaftaran yang terbuka dan evaluasi yang transparan, sangat mungkin jamaah yang diberangkatkan berasal dari kalangan tertentu yang memiliki kedekatan dengan pengambil kebijakan” Ujar Supriyadi

Supriyadi juga menyampaikan, bahwa pihaknya telah memiliki bukti pendukung terkait praktik jual beli kuota umroh tersebut, berdasarkan data yang yang dihimpun, setidaknya terdapat belasan orang yang sudah menyetorkan uang kepada seseorang oknum tersebut.

“Kami pegang bukti chat, rekaman dan bukti transfer dan sudah kami sampaikan ke Kabag Kesra namun tidak ada tanggapan, untuk itu kami akan sampaikan masalah ini kepada Wali Kota Bandar Lampung dan akan kami laporkan ke aparat penegak hukum agar toknum tersebut dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya” Tegas Supriyadi

Supriyadi juga secara terbuka menyampaikan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung agar lebih berhati-hati dengan tawaran menggiurkan dengan cukup membayar murah bisa berangkat umroh, dikarenakan sudah banyak yang menjadi korban.

“Jual beli kuota umroh gratis ini harus dibongkar agar jangan ada lagi korban dan memutus mata rantai”, Tutup Supriyadi .

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x