LENSAPOST.CO, BANDAR LAMPUNG – Rencana Pesta Ghoib Halloween di Viper menuai penolakan keras. Koordinator Perkumpulan Alumni UIN Raden Intan Lampung, Fadli Khoms, menegaskan Pemkot Bandar Lampung tidak boleh diam dan harus bertindak sebelum acara berlangsung. Bila pemerintah kota abai, ia memastikan akan mengerahkan massa ke lokasi acara.
“Ini bukan sekadar pesta Halloween. Ini soal keseriusan pemerintah menyaring event hiburan di kota yang mayoritas penduduknya Muslim dan mengusung jargon Tapis Berseri,” tegas Fadli, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menilai sebuah acara hanya dari ramainya pengunjung dan perputaran uang. Konsep acara, karakter sosial warga, serta kepatuhan terhadap aturan wajib dipertimbangkan sebelum izin dikeluarkan.
Fadli mengingatkan polemik karnaval satanik di Pekalongan. Ia tidak ingin kegaduhan serupa terjadi di Bandar Lampung, dan mendesak Pemkot mengevaluasi acara sejak sekarang, bukan baru bereaksi setelah masalah meledak.
Ia juga menyoroti rekam jejak Viper yang pernah diberitakan terkait perizinan dan aktivitas usaha hiburan. Menurutnya, catatan itu seharusnya menjadi alasan tambahan bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan, bukan melonggarkannya.
Kini publik menunggu sikap tegas Pemkot Bandar Lampung, bagaimana pengawasan event hiburan dijalankan, dan di mana pemerintah menarik garis antara kebebasan berusaha, kepatuhan hukum, serta nilai sosial-budaya warga.















Komentar