LensaPost.co, Bandar Lampung– Rencana perhelatan bertajuk “Day of the Dead” di Southbank Gastrobar menuai sorotan tajam salah satunya dari Perkumpulan Alumni UIN Raden Intan Lampung. Acara yang dijadwalkan pada Sabtu, 31 Oktober 2026 itu mengusung dress code “Mexican Gothic” dan mengajak pengunjung tampil dengan riasan wajah tengkorak serta busana serba hitam.
Dalam materi promosi yang beredar, acara ini dikemas sebagai “Outfit Inspiration” dengan empat tema busana: Black Lace, Floral Gothic, Gothic Suit, dan Mexican Noir. Poster menampilkan model dengan riasan wajah menyerupai tengkorak, mahkota bunga, dan dekorasi lilin berlatar suasana pemujaan arwah. Penyelenggaraannya bertepatan dengan malam Halloween.
Kordinator Perkumpulan Alumni UIN RI Lampung, Fadli Khoms menjelaskan, bagi sebagian kalangan, tema ini tidak bisa dipandang sebatas pesta kostum. Perayaan Day of the Dead berakar pada tradisi penghormatan arwah leluhur di Meksiko, sehingga dinilai tidak sejalan dengan nilai yang hidup di tengah masyarakat Bandar Lampung yang mayoritas beragama Islam.
“Dengan lantang kami menyerukan agar masyarakat Kota Bandar Lampung menolak perhelatan acara tersebut,” tegas Fadli.
Perkumpulan Alumni UIN juga mendesak Pemkot Bandar Lampung agar tidak menunggu polemik membesar sebelum bertindak. Menurutnya, pemerintah perlu menyeleksi setiap acara hiburan, bukan hanya dari sisi ekonomi dan keramaian, tetapi juga konsep acara, karakter sosial masyarakat, dan kepatuhan pada aturan.
Fadli juga bahkan, pihaknya menyatakan akan mengambil langkah konkrit dengan mengerahkan massa apabila Pemkot Bandar Lampung tidak merespons penolakan tersebut.
“Kalau pemerintah kota tidak mengambil tindakan terkait perhelatan bertajuk “Day of the Dead” di Southbank Gastrobar tersebut, saya akan menyiapkan massa untuk menggeruduk lokasi. Jangan sampai pemerintah terkesan membiarkan persoalan ini begitu saja,” Tutup Fadli















Komentar