LENSAPOST.CO, BANDAR LAMPUNG – Di tengah kegelisahan publik terhadap wajah penegakan hukum, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Dharma Loka Nusantara membuka ruang diskusi terbuka bertajuk Dialog Publik “Rekonstruksi Wacana Keadilan”. Kegiatan ini digelar Jumat (30/10/2026) pukul 18.30 WIB hingga selesai di Caffe D’logok, Jalan Pulau Pisang, Sukarame, Kota Bandar Lampung.
Dialog ini menjadi rangkaian pembukaan Legal Course Angkatan II LBH Dharma Loka Nusantara. Mahasiswa, aktivis, masyarakat sipil, dan seluruh elemen masyarakat diundang hadir.
Tiga narasumber akan membedah persoalan keadilan dari sudut pandang berbeda: Wahrul Fauzi Silalahi (Pengacara Rakyat, DPRD Provinsi Lampung), Fatikhatul Khoiriyah (Founder Lab for Democracy Studies, DPRD Provinsi Lampung), dan Penta Peturun (Ketua Ikatan Advokat Indonesia Lampung sekaligus Pembina LBH Dharma Loka Nusantara).
Direktur LBH Dharma Loka Nusantara, Ahmad Hadi Baladi Ummah atau yang lebih dikenal dengan Pupung menegaskan bahwa keadilan tidak boleh berhenti sebagai kalimat indah di atas kertas.
“Keadilan bukan sekadar cita-cita yang tertulis dalam peraturan. Ia adalah perjuangan untuk memastikan hukum benar-benar berpihak kepada rakyat. Jika hukum hanya tajam kepada mereka yang lemah dan tumpul kepada yang berkuasa, maka ada yang keliru dan harus kita bongkar bersama,” tegasnya.
Menurut Pupung, istilah “rekonstruksi” dipilih karena wacana keadilan yang berkembang selama ini perlu ditata ulang agar kembali berpihak pada masyarakat, terutama kelompok yang terpinggirkan.
“Hukum seharusnya tidak hanya menjadi alat kekuasaan, tetapi jalan pembebasan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan. Karena itu kami ingin ruang ini kritis, terbuka, dan penuh gagasan, bukan sekadar seremoni,” ujarnya.
Ia menambahkan, Legal Course Angkatan II dibuka dengan dialog publik agar peserta sejak awal terhubung dengan realitas persoalan hukum di masyarakat.
“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya paham pasal, tetapi juga peka terhadap ketidakadilan,” katanya.
Selain diskusi, acara ini dimeriahkan live music untuk menghadirkan suasana yang cair namun tetap bernas. Penyelenggara berharap forum ini memupuk kesadaran kritis dan merawat semangat perjuangan untuk keadilan yang berpihak kepada rakyat.















Komentar