LensaPost.co, Bandar Lampung – Rencana perhelatan bertajuk HEVN Sylvania di HEVN Hotel, Gatsu 73, menuai sorotan tajam, salah satunya dari Perkumpulan Alumni UIN Raden Intan Lampung. Acara bertema Halloween itu dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Oktober 2026.
Dari poster promosi yang beredar, acara ini dikemas dengan tagline “Check In to Heaven, Stay at HEVN”. Poster menampilkan sejumlah orang berkostum karakter horor, seperti vampir berjubah dengan segelas anggur merah, mumi berbalut kain, hingga sosok pengantin, dengan latar tirai merah dan nyala lilin. Narasi dalam poster menyebut acara ini sebagai malam “ketika realitas check out dan fantasi check in”, yang diisi nuansa misteri dan karakter-karakter aneh.
Kordinator Perkumpulan Alumni UIN Raden Intan Lampung, Fadli Khoms, menyatakan penolakannya terhadap acara tersebut.
“Kami menolak keras. Perayaan Halloween dengan kostum dan simbol-simbol horor bukan bagian dari nilai agama maupun budaya masyarakat Lampung yang religius dan beradab. Jangan sampai Bandar Lampung dijadikan ruang untuk budaya yang bertentangan dengan jati diri daerah kita,” tegas Fadli, Minggu (25/10/2026).
Ia mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung dan aparat terkait tidak tinggal diam. “Pemkot harus segera turun tangan, mengevaluasi izin dan konsep acara ini sebelum digelar, bukan setelah polemik membesar. Pihak HEVN Hotel juga kami minta bijak dan membatalkan rencana tersebut demi menjaga kondusivitas dan menghormati nilai-nilai masyarakat,” lanjutnya.
Menurut Fadli, penolakan ini bukan untuk membatasi usaha, melainkan untuk menjaga agar kegiatan hiburan tetap sejalan dengan norma yang dijunjung bersama.
“Silakan berusaha dan berinovasi, tetapi hormati nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Fadli menambahkan, pihaknya menyatakan akan mengambil langkah konkrit dengan mengerahkan massa apabila Pemkot Bandar Lampung tidak merespons penolakan tersebut.
“Kalau pemerintah kota tidak mengambil tindakan terkait perhelatan acara tersebut, kami akan menyiapkan massa untuk menggeruduk lokasi. Jangan sampai pemerintah terkesan membiarkan persoalan ini begitu saja,” Tutup Fadli (Red)















Komentar