GUSDURian Lampung Bawa Gagasan Rumah Ibadah Hijau dan Ruang Dialogis ke TUNAS 2025 di Jakarta

- Jurnalis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 06:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Komunitas GUSDURian Lampung bersama KLASIKA Lampung memastikan diri ikut serta dalam Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian dan Konferensi Pemikiran Gus Dur 2025 yang berlangsung pada 29–31 Agustus 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus ruang refleksi atas gagasan, nilai, dan keteladanan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam merespons tantangan sosial, demokrasi, dan ekologi di Indonesia.

Koordinator GUSDURian Lampung, Yogi Prazani menegaskan, partisipasi perwakilan Lampung kali ini diarahkan untuk mengangkat isu-isu lokal ke ranah diskusi nasional.

[ADS SPACE IKLAN]

Salah satu gagasan utama yang mereka bawa adalah inisiatif Rumah Ibadah Hijau.

“Kami mendorong lahirnya ide-ide segar terkait peran agama dalam mengatasi problem lingkungan. Salah satu gagasan yang ingin kami bawa adalah inisiatif Rumah Ibadah Hijau, yang mengintegrasikan kesadaran ekologis ke dalam ruang spiritual masyarakat,” ujar Yogi.

Ia menjelaskan, Rumah Ibadah Hijau dirancang tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan aksi lingkungan.

“Bayangkan masjid atau gereja yang tidak hanya menyemangati spiritualitas, tetapi juga mengajak jemaat menanam, daur ulang, dan menjaga lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Menurut Yogi, inisiatif tersebut bertujuan menjadikan agama sebagai landasan kesadaran ekologis yang konkret.

“Rumah ibadah hijau mencerminkan bagaimana nilai religius bisa berpadu dengan tanggung jawab lingkungan, memupuk sinergi antara iman dan aksi nyata,” tambahnya.

GUSDURian Lampung berharap gagasan tersebut dapat menyebar lebih luas melalui forum nasional.

“Tak hanya untuk Lampung, tetapi kami ingin gagasan ini memberi inspirasi bagi pembangunan rumah ibadah yang ramah lingkungan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, penggerak GUSDURian Lampung yang juga Direktur KLASIKA, Ahmad Mufid, menyoroti masalah intoleransi yang masih marak di berbagai daerah.

Menurutnya, akar persoalan intoleransi sering kali bukan sekadar perbedaan keyakinan, melainkan problem epistemologi.

“Sering kali, intoleransi berakar pada problem epistemologi cara kita memahami, mengelola, dan mendistribusikan pengetahuan. Di forum nasional ini, kami ingin mendiskusikan bagaimana gagasan Gus Dur bisa menjadi solusi untuk memperbaiki cara pandang masyarakat agar lebih inklusif dan toleran,” jelas Mufid.

Ia mengutip pandangan Gus Dur yang menulis bahwa “Perbedaan itu fitrah. Dan ia harus diletakkan dalam prinsip kemanusiaan universal.”

“KLASIKA dan Gusdurian Lampung mendorong setiap komunitas dan lembaga di daerah untuk terus membangun ruang dialogis, di mana berbeda tidak berarti berkonflik, tetapi peluang untuk saling memahami,” pungkasnya.

TUNAS Gusdurian 2025 dijadwalkan diikuti 1.500–2.000 peserta dari berbagai daerah, terdiri atas penggerak komunitas, akademisi, tokoh lintas agama, hingga pegiat masyarakat sipil.

Agenda kegiatan meliputi Konferensi Pemikiran Gus Dur dengan tiga tema utama: Agama sebagai Etika Sosial, Demokrasi dan Supremasi Sipil, serta Keadilan Ekologi.

Selain itu, akan digelar musyawarah gerakan dan festival gerakan yang menampilkan karya-karya kreatif dari komunitas seluruh Indonesia.

Follow WhatsApp Channel lensapost.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sociopreneur Club Bersama MHC Metaganik, Gerakkan Kepedulian Kesehatan Anak dari Desa
ALAM BAKA Guncang BGN, Bongkar Sisi Gelap MBG Lampung
Diterima Audiensi Kejagung, ALAM BAKA Desak Kasus Pesawaran, Way Kanan, dan Lampung Timur Dituntaskan
ALAM BAKA Siapkan Aksi Besar ke Jakarta, Tuntut Kejagung-KPK Usut Tuntas Korupsi Lampung
IKA SUKA Lampung Gelar Reorganisasi, Prof. Dr. Safari Daud Nakhodai Kepengurusan Baru
Prabowo Sebut Jurnalis dan LSM “Londo Ireng”, Jurnalis LENSAPOST: Ini Melukai Kemerdekaan Pers
SIKAD Geruduk Kejati Lampung, Tuntut Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Aris Tama: Penegakan Hukum Harus Bebas dari Tarik-Menarik Politik
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Sociopreneur Club Bersama MHC Metaganik, Gerakkan Kepedulian Kesehatan Anak dari Desa

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:02 WIB

ALAM BAKA Guncang BGN, Bongkar Sisi Gelap MBG Lampung

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Diterima Audiensi Kejagung, ALAM BAKA Desak Kasus Pesawaran, Way Kanan, dan Lampung Timur Dituntaskan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 01:37 WIB

ALAM BAKA Siapkan Aksi Besar ke Jakarta, Tuntut Kejagung-KPK Usut Tuntas Korupsi Lampung

Senin, 27 Juli 2026 - 12:25 WIB

IKA SUKA Lampung Gelar Reorganisasi, Prof. Dr. Safari Daud Nakhodai Kepengurusan Baru

Berita Terbaru