Jelang Sumpah Pemuda 28 Oktober, Aris Tama Serukan Dukungan Konstruktif terhadap Program Strategis Pemerintah

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LENSAPOST.CO, JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Aris Tama, S.H., Ketua Umum Aliansi Rakyat Mahasiswa Anak Daerah (ARMADA) sekaligus

aktivis Mudah (NU) &(PEMIRA), menyerukan pentingnya dukungan konstruktif terhadap program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Aris menegaskan, momentum Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Semangat persatuan dan kebangsaan harus diwujudkan melalui partisipasi nyata, kepedulian sosial, serta kontribusi generasi muda dalam mengawal pembangunan nasional.

[ADS SPACE IKLAN]

Menurutnya, berbagai agenda pemerintah, mulai dari pemenuhan gizi anak, pemerataan pendidikan, penguatan ekonomi rakyat, ketahanan pangan, hingga penegakan hukum, perlu dikawal bersama agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pemerintah perlu mendapatkan dukungan ketika menghadirkan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat. Namun, dukungan bukan berarti meniadakan kritik. Apresiasi harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan evaluasi yang objektif demi memastikan kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Aris.

Baca Juga :  Demokrasi Kampus Berjalan Terbuka, Dr. Budiono Raih Suara Terbanyak dalam Seleksi Pemilihan Rektor Unila, Gepak Ucapkan Selamat

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah program yang diluncurkan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat, terbukanya kesempatan bagi generasi muda, dan terwujudnya keadilan

“Pemuda harus mengambil posisi sebagai mitra kritis dan konstruktif. Kita perlu mendukung langkah yang membawa kemajuan, menyampaikan kritik secara bertanggung jawab, serta menghadirkan solusi. Tujuan akhirnya bukan sekadar mendukung atau mengkritik, melainkan memastikan Indonesia bergerak ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Aris juga menekankan bahwa pemerintah, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan serta memperkuat pembangunan nasional. Perbedaan pandangan harus menjadi ruang dialog yang sehat, bukan sumber perpecahan.

Baca Juga :  Jelang Sumpah Pemuda 28 Oktober, Aris Tama Serukan Dukungan Konstruktif terhadap Program Strategis Pemerintah

Menutup pernyataannya, Aris mengajak generasi muda menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan melalui gagasan, karya, pengawasan publik, dan gerakan sosial yang bermanfaat.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Kita harus berani mengambil peran, menjaga idealisme, mengawal kebijakan publik, dan ikut menghadirkan solusi bagi persoalan rakyat. Itulah esensi meneruskan Sumpah Pemuda: bersatu dalam cita-cita, kritis dalam pengawasan, dan nyata dalam pengabdian,” tutup Aris Tama.

Follow WhatsApp Channel lensapost.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demokrasi Kampus Berjalan Terbuka, Dr. Budiono Raih Suara Terbanyak dalam Seleksi Pemilihan Rektor Unila, Gepak Ucapkan Selamat
Jelang Sumpah Pemuda 28 Oktober, Aris Tama Serukan Dukungan Konstruktif terhadap Program Strategis Pemerintah
Hibah Rp60 Miliar Senyap, Rp35 Miliar Riuh: Menagih Ulang Anatomi Kritik yang Kehilangan Napas
Aris Tama: Merawat Nalar Publik di Tengah Dinamika Isu Kebangsaan
NU Bukan Warisan, Tapi Amanah: Catatan Seorang Nahdliyin Menjelang Muktamar Jombang
Rupiah atau Unit? Pertanyaan yang Belum Terjawab dari Klaim PKB Lampung
Andan Jejama: Spirit Kepemudaan dalam Membangun Pesawaran
Ketika Kota Menjadi Beban: Stresor Lingkungan Bandar Lampung dan Kesehatan Mental Warganya
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Demokrasi Kampus Berjalan Terbuka, Dr. Budiono Raih Suara Terbanyak dalam Seleksi Pemilihan Rektor Unila, Gepak Ucapkan Selamat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Jelang Sumpah Pemuda 28 Oktober, Aris Tama Serukan Dukungan Konstruktif terhadap Program Strategis Pemerintah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Hibah Rp60 Miliar Senyap, Rp35 Miliar Riuh: Menagih Ulang Anatomi Kritik yang Kehilangan Napas

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Aris Tama: Merawat Nalar Publik di Tengah Dinamika Isu Kebangsaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:53 WIB

NU Bukan Warisan, Tapi Amanah: Catatan Seorang Nahdliyin Menjelang Muktamar Jombang

Berita Terbaru